Senin, 29 April 2013

Tugas Softskill Kewirausahaan 2

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN

" APLIKASI ANDROID UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI PEMESANAN BARANG DARI CUSTOMER "



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat-Nya lah kami dapat menyelesaikan Proposal Tugas Akhir “Aplikasi Android Untuk Mendapatkan Informasi Pemesanan Dari Customer. Proposal Tugas Akhir ini merupakan bahan pertimbangan dalam rangka penyusunan Tugas Softskill.
Saya mengucapkan terima kasih khususnya kepada ibu Dyah Cita Irawati, yang telah memberikan pengarahan kepada kami untuk belajar membuatan proposal Tugas Akhir ini. Kami juga turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, sehingga proposal ini selesai dibuat.
Kami menyadari bahwa Proposal Tugas Akhir ini masih belum sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk memperbaiki isi proposal ini. Semoga Proposal Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1

1. Judul

2. Latar Belakang Masalah

3. Rumusan Masalah

4. Batasan Masalah

5. Tujuan

BAB 2

6. Overview Sistem

7. Metode Kerja

8. Metodologi Pelaksanaan

BAB 3

9. Jadwal Kegiatan

10. Rencana Anggaran Biaya

11. Daftar Pustaka



BAB 1

1.   Judul

Aplikasi Android Untuk Mendapatkan Informasi Pemesanan Dari Customer”.

2.  Latar Belakang Masalah

Android Adalah OS atau Operating System ( Sistem Operasi ) yang baru pada handphone. Saat ini Android mulai banyak yang memanfaatkan untuk melengkapi gaya hidup serta kebutuhan orang-orang yang suka terhadap perkembangan teknologi.
Dengan memanfaatkan hal itu, banyak perusahaan atau developer yang membuat dan mengembangkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan hal tersebut, maka saya terinspirasi untuk membuat suatu aplikasi pada Android sesuai dengan kebutuhan suatu perusahaan. Dimana perusahaan tersebut bergerak di bidang penjualan suatu barang dalam skala besar yang menginginkan suatu aplikasi yang dapat mempermudah interaksi dan mempunyai hasil yang akurat mengenai informasi pemesanan barang dari customer.
Dan terdapat masalah pada saat pemesanan barang yaitu bagaimana mengetahui sales benar- benar datang secara fisik ke toko yang telah terdaftar pada jadwal kunjungan tanpa menyalahgunakan aplikasi.
Misal dengan barcode yang ada disetiap toko, sales tersebut dapat membuktikan bahwa dia sudah datang secara langsung ke toko itu dengan men-capture barcode tersebut. Akan tetapi jaman sudah maju dan berkembang, barcode pun sudah bisa dibuat sendiri. Oleh karena itu perlu cara lain yang lebih akurat, dan kami mempunyai cara yaitu melalui GPS yang dapat dideteksi oleh aplikasi yang dibuat pada Android.
Sehingga kami membuat aplikasi tersebut dengan nama “Taking Order Based on Android Mobile Application to Get Item Orders Information from Customers” yang akan memecahkan permasalahan dan mengatasi dalam mendapatkan informasi pemesanan barang secara lebih cepat.


3.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.          Merancang dan membuat sistem informasi mengenai toko yang harus dikunjungi untuk mendapatkan informasi pesanan barang dari customer.
2.          Merancang dan membuat sistem informasi pemesanan barang menggunakan GPS dengan android.


4.  Batasan Masalah
Dalam perancangan pembuatan alat ini terdapat beberapa pembatasan masalah, yaitu:
1.       Sistem hanya menangani pemesanan barang.
2.       Sistem mendeteksi sales dengan menggunakan GPS.
3.       Aplikasi ini hanya digunakan untuk suatu perusahaan yang mempunyai pemesanan barang dalam skala besar.


5.                  Tujuan
Tujuan dari system ini adalah :
1.         Untuk membantu sales dalam hal pemesanan barang secara lebih cepat.
2.         Untuk mencegah sales tidak melakukan kunjungan.
3.         Untuk membantu sales dalam mengingatkan toko yang harus dikunjungi agar tidak terlewat.



BAB 2


6.                  Overview Sistem

Sistem ini merupakan arsitektur aplikasi di Android yang akan diterapkan pada aplikasi yang akan kita buat.




           Berdasarkan sistem diatas kemudian diterapkan pada aplikasi yang dibuat mengenai taking order, dimana pemakai aplikasi yaitu seorang distributor dari perusahaan. Dengan memakai aplikasi yang akan kami buat, diharapkan dapat membantu distributor tersebut dalam transaksi dan proses taking order yang dilakukannya terhadap customer pada list pendistribusian barang. Dan dapat dihasilkan data yang lebih akurat dengan penggunaan pendeteksian smart card atau melalui GPS pada android.
            Pertama, seorang distributor mengambil data dari server yaitu list pendistribusian barang kepada customer yang harus dia layani dan dismpan pada aplikasi.
Kedua, distributor datang secara langsung ke toko milik customer, kemudian dengan menggunakan aplikasi ini, distributor tersebut men-scan smart card atau melalui GPS sebagai tanda bukti bahwa dia telah datang secara langsung ke toko itu. Hal ini dikarenakan agar data akurat dan tidak ada penipuan atau kecurangan dari suatu distributor bahwa dia telah datang ke customernya secara langsung.
Untuk transaksi taking order yang dicatat meliputi, jumlah barang, jumlah harga yang harus di bayar customer, tanggal transaksi, dll.
            Ketiga, pada proses taking order selesai, data akan disimpan didalam aplikasi pada storage yang ada pada android. Kemudian setelah dalam jangka waktu tertentu dan data sudah terkumpul, maka masing- masing distributor tersebut setor datanya ke dalam server secara berkala dan terus menerus.




7.                  Metode Kerja

  Metodologi adalah kerangka teoritis yang digunakan oleh penulis untuk menganalisa, mengerjakan atau mengatasi masalah yang dihadapi. Metode penelitian sangat penting karena baik buruknya hasil penelitian tergantung dari metodologi yang digunakan.
Metodologi dalam pelaksanaan tugas akhir ini adalah sebagai berikut.
1.       Studi literatur
Pada tahap ini akan dilakukan studi terhadap literatur-literatur yang berhubungan dengan Android.
2.       Diskusi kelompok
Diskusi kelompok mengenai materi dan kegiatan yang berhubungan dengan  topik TA.
3.       Bimbingan
Bimbingan tugas akhir dilakukan dengan dosen pembimbing, diantaranya membahas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan topik tugas akhir.
4.       Pengembangan aplikasi
Metodologi yang akan digunakan dalam pengembangan Sistem ini adalah Iterative and Incremental Development. Model pengembangan Iterative and Incremental Development dikemukakan dalam buku “Applying UML and Pattern” Third Edition oleh Craig Larman. Pada metode Iterative and Incremental Development dilakukan pengorganisasian beberapa tahap pengerjaan yang terkait pada waktu. Satu lamanya pengerjaan tahap-tahap pekerjaan tersebut merupakan satu iterasi.
i.  Iterasi pertama
Pada tahap ini akan dilaksanakan literatur-literatur yang berhubungan dengan pembuatan aplikasi pada Android.
ii. Iterasi kedua
Tahap selanjutnya adalah penerapan konsep pembuatan aplikasi menggunakan Android.
iii.                    Iterasi ketiga
Pengolahan data-data yang diperlukan dan melakukan implementasi coding.


8.                  Metodologi Pelaksanaan

Metodologi adalah kerangka teoritis yang digunakan oleh penulis untuk menganalisa, mengerjakan atau mengatasi masalah yang dihadapi. Metode penelitian sangat penting karena baik buruknya hasil penelitian tergantung dari metodologi yang digunakan.
Metodologi yang akan digunakan dalam pengembangan aplikasi ini adalah Iterative and Incremental Development. Model pengembangan Iterative and Incremental Development dikemukakan dalam buku “Applying UML and Pattern” Third Edition oleh Craig Larman. Pada metode Iterative and Incremental Development dilakukan pengorganisasian beberapa tahap pengerjaan yang terkait pada waktu.

5.       Requirement
Requirement merupakan tahap untuk memahami sistem yang ada dan yang akan dibuat. Agar mencapai tujuan dilakukan pemodelan sistem dengan menggunakan modelling tools. Setelah memodelkan sistem, selanjutnya adalah melakukan evaluasi terhadap sistem yang sedang berjalan..

6.       Design
Design merupakan tahap untuk merancang sistem yang sesuai dengan requirement yang telah ditentukan. Aktivitas yang dilakukan dalam tahap ini adalah perancangan basis data, perancangan struktur data, perancangan user interface, perancangan arsitektur aplikasi.

7.       Implementation & Test & Integration & More Design
Implementation & Test & Integration & More Design merupakan tahap mengimplementasikan komponen-komponen yang telah dibuat pada tahap perancangan ke dalam bahasa pemrograman, melakukan pengetesan pada hasil implementasi, mengintegrasikan hasil dari berbagai tahap pekerjaan baik dalam iterasi yang sama maupun dari iterasi yang sebelumnya, dan melakukan perancangan ulang apabila terdapat ketidaksesuaian dengan system yang diharapkan.

8.       Final integration and system test
Final integration and system test merupakan tahap pengitegrasian system baik dengan yang berada pada iterasi yang sama setelah di-design ulang maupun dengan yang berada pada iterasi yang sebelumnya dan pengetesan pada system yang telah di integrasikan.

BAB 3
Lihat di link ini : Tugas SoftSkill Kewirausahaan 3


Rabu, 17 April 2013

Kewirausahaan


Kewirausahaan (Inggris: Entrepreneurship) atau Wirausaha yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual. Bila di artikan menurut perkata kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Sedangkan Usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.

Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri.


Sedangkan wirausahawan mengandung arti secara harfah, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.
Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha. Dengan kalimat lain, wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewiraswastaan atau kewira-usahaan. Ia bersikap berani unuk mengambil resiko. Ia juga memiliki leutamaan, kreatifitas, dan teladan dalam menangani usaha atau perusahaan. Keberaniannya berpijak pada kemampuan sendiri atau kemandiriannya.
Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi. Raymond dan russel memberikan definisi tentang wirausaha dengan menekankan pada aspek kebebasan berusaha yang dinyatakannya sebagai berikut : An entrepreneur is an independent growth oriented owner operator. Menurut Gede Pratama, ada beberapa sifat dasar yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha diantaranya :

  • Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan (the change creator)
  • Wirausaha selalu melihat perbedaan sebagai peluang
  • Wirausaha selalu bereksperimen dengan pembaharuan
  • Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya
  • Wirausaha melihat pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat untuk memacu kreativitas
  • Wirausaha berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain

Sedangkan menurut Robin, kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan. Wirausahawan atau entrepreneur juga diartikan sebagai seorang penemu bisnis yang sama sekali baru dan mampu mengembangkan menjadi perusahaan yang mencapai kesuksesan. Contohnya adalah Microsoft, Wal-Mart, dan Aqua. Seseorang entrepreneur memiliki ciri-ciri diantaranya:


  1. focus yang terkendali
  2. berenergi yang tinggi
  3. kebutuhan akan prestasi
  4. bertoleransi terhadap keraguan
  5. percaya diri
  6. berorientasi terhadap tindakan.
Para wirausahawan adalah orang-orang yang mengetahui bagaimana menentukan keputusan dalam pekerjaan dan bagga terhadap prestasinya. Menurut Joseph Schumpeter menyebutkan , “entrepreneur is the person who perceives an opportunity and creates an organization to pursue it. “ (bygrave, 1994:2). Dengan kata lain, seseorang wirausahawan atau entrepreneur harus memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai keberhasilan. David Mc. Clelland berpendapat, ada sifat yang baku dalam diri seriap manusia, yaitu : need of power, need of affiliation, and need of achievement.
Pada abad ke-20, konotasi dari entrepreneur yang berarti innovator mulai dikenal. Inovasi adalah kegiatan memperkenalkan sesuatu yang baru, yang merupakan tugas seseorang entrepreneur sebagai sebuah proses dinamis dalam meningkatkan kesejahteraan.
Perkembangan definisi mengarahkan pada definisi baru “perilaku berpikir strategis dan pengambilan resiko yang dilakukan oleh individu maupun organisasi”. Definisi ini memberikan penjelasan bahwa definisi entrepreneur adalah indivisu yang mengambil segala resiko untuk mengejar dan menjangkau peluang serta situasi yang berbeda dengan kemungkinan kegagalan dan ancaman serta hambatan.
Pada Negara yang berkembang, motivasi menguasai bisnis sangat penting untuk menunjang daya saing yang kompetitif. Setelah itu, barulah kemudian menumbuhkan motivasi yang berkumpul, yaitu keinginan untuk saling berbagi informasi melalui kelompok-kelompok tertentu agar timbul peluang dan kesempatan dalam berusaha. Agar peluang tersebut terlaksana, harus dibangun kehausan akan prestasi, diantaranya, menggerakkan diri sendiri sehingga timbul keinginan untuk berwirausaha.

Kelebihan yang dibutuhkan sesorang dalam mengembangkan kewirausahaan yaitu harus memiliki karakteristik sifat seperti dibawah ini:
  1. Motif Berprestasi Tinggi.
  2. Selalu Perspektif.
  3. Memiliki Kreatifitas Tinggi.
  4. Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi.
  5. Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab.
  6. Mandiri atau Tidak Ketergantuangan.
  7. Berani Menghadapi Risiko.
  8. Selalu Mencari Peluang.
  9. Memiliki Jiwa Kepemimpinan.
  10. Memiliki Kemampuan Manajerial.
  11. Memiliki Kerampilan Personal.
Untuk memasyarakatkan dan membangkitkan semangat kewirausahaan di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4, Tahun 1995. Adapun tujuan dikeluarkannya Instruksi Presiden tersebut untuk menumbuhkan semangat kepeloporan di kalangan generasi muda agar mampu menjadi wirausahawan.

Dalam rangka inenghadapi era perdagangan bebas, kita ditantang bukan hanya untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang siap bekerja, melainkan juga harus mampu mempersiapkan dan membuka lapangan kerja baru. Membuka dan memperluas lapangan kerja baru merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Oleh karena itu, diperlukan berbagai kebijaksanaan pemerintah yang mendukung adanya pendidikan kewirausahaan yang dapat membantu menangani masalah penciptaan lapangan kerja baru.

Para wirausahawan diharapkan dapat menjadi pelopor pembangunan, antara lain ikut serta mengurangi adanya pengangguran. Perubahan dan perbaikan nasib kita harus didasarkan pada kehendak, keinginan, dan kerja keras. Karena itu, peranan wirausaha penting sekali untuk me-nentukan masa depan bangsa dan negara.

Pembangunan Indonesia akan lebih mantap bila ditunjang oleh adanya para wirausahawan yang ulet dan tangguh, karena kemampuan pemerintah sangat terbatas dalam penyediaan lapangan kerja baru. Pemerintah Indonesia untuk sementara waktu belum mampu menggarap semua aspek pembangunan, karena membutuhkan anggaran belanja yang cukup besar, personalianya, sarana prasarananya, dan pengawasannya. Jadi, para wirausaha merupakan potensi penunjang pembangunan, baik untuk bangsa maupun negara. Pada dasarnya, di alam pembangunan sekarang ini, semua warga negara Indonesia dituntut memiliki jiwa dan semangat kewirausahaan. Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk menjadi pegawai negeri, tampaknya menghadapi keterbatasan kesempatan. Akan tetapi jika untuk menjadi wirausaha masih terbuka lebar. Sebenarnya, untuk menjadi wirausaha itu tidak hanya mencakup pengusaha yang bergerak di bidang swasta saja, tetapi berlaku juga bagi mereka yang aktif di perusahaan negara atau patungannya. Untuk menjadi seorang wirausaha atau di dalam bahasa Perancis disebut entrepreneur, harus memiliki persyaratan yaitu harus menjadi seorang perwira di bidang usaha atau bisnis. Jadi, persyaratan untuk menjadi seorang wirausaha itu sebenarnya terletak pada kesediaannya bekerja keras dan bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri untuk mencapai suatu tujuan. Sebenarnya, kita merupakan wirausaha yang mampu berdiri sendiri dalam menjalankar. usaha guna mencapai tujuan pribadi, keluarga, bangsa, dan negara. Untuk itu, sebaiknya kita harus mengetahui dan mengerti bahwa wirausaha itu merupakan pejuang kemajuan yang mengabdi kepada masyarakat dan turut serta mengakhiri ketergantungan kita terhadap negara lain. Peranan wirausaha sangat penting dan menentukan masa depan bangsa dan negara. Secara umum, wirausaha sangat diperlukan untuk memperkuat perekonomian Indonesia.

Tujuan Kewirausahaan

Bahan ajar mata diklat Kewirausahaan dapat diajarkan dan dikembangkan di Sekolah-sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Perguruan Tinggi, dan di berbagai kursus bisnis. Di dalam pelajaran Kewirausahaan, para siswa diajari dan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk membuka bisnis, agar mereka menjadi seorang wirausaha yang berbakat. Agar lebih jelas, di bawah ini diuraikan tujuan dari Kewirausahaan, sebagai berikut:
Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk meng 7asilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan pelajar dan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
Menumbuhkembangkan kesadaran dan'orientasi Kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.

Ruang Lingkup Kewirausahaan

Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas sekali. Secara umum, ruang lingkup kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis. Jika diuraikan secara rinci ruang lingkup kewirausahaan, bergerak dalam bidang:
a. Lapangan agraris
1) Pertanian
2) Perkebunan dan kehutanan

b. Lapangan perikanan
1) Pemeliharaan ikan
2) Penetasan ikan
3) Makanan ikan
4) Pengangkutan ikan

c. Lapangan peternakan
1) Bangsa burung atau unggas
2) Bangsa binatang menyusui

d. Lapangan perindustrian dan kerajinan
1) Industri besar
2) Industri menengah
3) Industri kecil
4) Pengrajin
Pengolahan hasil pertanian
Pengolahan hasil perkebunan
Pengolahan hasil perikanan
Pengolahan hasil peternakan
Pengolahan hasil kehutanan
e. Lapangan pertambangan dan energi
f. Lapangan perdagangan
1) Sebagai pedagang besar
2) Sebagai pedagang menengah 3) Sebagai pedagang kecil

g. Lapangan pemberi jasa
1) Sebagai pedagang perantara
2) Sebagai pemberi kredit atau perbankan 3) Sebagai pengusaha angkutan 4) Sebagai pengusaha hotel dan restoran
5) Sebagai pengusaha biro jasa travel pariwisata
6) Sebagai pengusaha asuransi, pergudangan, perbengkelan, koperasi, tata busana, dan lain sebagainya.

Tenaga wirausaha merupakan salah satu unsur yang ikut serta dalam mencapai cita-cita nasional, yaitu mencapai masyarakat adil dan makmur, baik material, maupun spiritual. Partisipasi masyarakat dan para wirausaha perlu ditingkatkan, guna mencapai cita-cita tersebut. Tenaga-tenaga para wirausaha adalah tenaga pelopor pembangunan dan pejuang nasional,untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran.

Sadarilah bahwa lapangan kerja wirausaha itu begitu luas ruang lingkupnya dan perlu mendapat perhatian kita bersama dan perlu kita isi. Dengan terisinya lapangan kerja tersebut maka tingkat sosial ekonomi masyarakat, bangsa, dan negara akan meningkat. Tenaga-tenaga wirausaha harus dapat memajukan lingkungannya. Para wirausaha merupakan pejuang, pencipta, pengusaha, dan juga sebagai organisator pendekar bisnis, niaga, industri, dan kebudayaan.

Keberanian untuk membentuk kewirausahaan di sekolah harus didorong oleh guru-guru, khususnya oleh guru yang memberikan mata diklat Kewirausahaan, agar mereka berminat untuk menjadi wirausaha. Dorongan untuk membentuk wirausaha, juga datang dari orang tua, teman sepergaulan, lingkungan famili, para sahabat, dan lain sebagainya.

Di dalam mengatasi persoalan tenaga kerja yang semakin banyak menganggur, caranya adalah dengan membuka lapangan wirausaha dan memasyarakatkan kewirausahaan. Akan tetapi banyak juga faktor psikologis yang membentuk sikap negatif, sehingga banyak para siswa kurang berminat untuk menjadi wirausahawan. Orang tua siswa banyak juga yang tidak menginginkan anakanaknya menekuni bidang kewirausahaan. Mereka berusaha mengalihkan perhatian anaknya untuk menjadi pegawai negeri. Padahal dengan adanya perubahan lingkungan bisnis dalam abad sekarang, telah banyak menuntut para wirausaha yang tangguh dan profesional.

Seperti kita ketahui bahwa wirausaha mengacu pada orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan dan nilai tambah. Jadi, jika para siswa ingin menjadi wirausaha maka ia harus mempunyai sifat keberanian, keteladanan, dan berani mengambil risiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Wirausaha tidak semata-mata dimotivasi oleh financial incentive, tetapi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang tidak diinginkannya. Di samping itu wirausaha ingin menemukan arti baru bagi kehidupannya (Russel M. Knight, 1983).

Tahap-tahap kewirausahaan

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:

Tahap memulai
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.

Tahap melaksanakan usaha
Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.

Tahap mempertahankan usaha
Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Faktor Kegagalan Dalam Wirausaha

Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:
  • Tidak kompeten dalam manajerial.
Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
  • Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
  • Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
  • Gagal dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
  • Lokasi yang kurang memadai.
Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
  • Kurangnya pengawasan peralatan.
Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
  • Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
  • Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.











Selasa, 22 Januari 2013

Tugas softskill 4 : Review / mengulas Jurnal

Judul : Manajemen Risiko dan Aksi Mitigasi untuk Menciptakan Rantai Pasok yang Robust


By     : Laudine Henriette Geraldin, I Nyoman Pujawan, Dyah Santhi Dewi


Jurnal ini menjelaskan tentang manajemen risiko yang dapat membuat dunia kita selalu dipenuhi oleh ketidakpastian, jika suatu bencana terjadi maka akan berdampak pada gangguan bisnis pada global. Gangguan pada supply chain berdampak negatif dalam jangka panjang terhadap banyak perusahaan yang tidak bisa pulih secara cepat dari dampak negatif itu. Apabila bencana besar terjadi, sektor bisnis juga akan ikut terserang, akibatnya banyak supply chain yang mengalami break down dan banyak pula diantaranya yang tidak dapat pulih kembali. Namun terdapat pula beberapa supply chain yang robust yakni mampu bertahan dan bahkan tetap memenuhi kebutuhan pelanggannya di tengah badai krisis yang terjadi. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa dan evaluasi resiko yang berpotensi timbul pada suatu supply chain. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yang telah ada terletak pada pembuatan framework baru yang merupakan pengembangan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Quality Function Deployment (QFD). Pengembangan matriks house of quality (HOQ) digunakan untuk memetakan framework yang terbentuk dan memetakan mitigation actions dalam menangani agen resiko yang berpotensi timbul pada supply chain perusahaan. Dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi risiko, analisa risiko serta perancangan strategi proaktif yang sesuai bagi perusahaan agar dapat menangani risiko yang berpotensi timbul dalam rantai pasok perusahaan.

Kata kunci : robust, supply chain, FMEA, indeks prioritas risiko, QFD, HOQ, robust, mitigation actions.

             Kelebihan dan Kekurangan Penulisan
1.      Kelebihan Penulisan
Kelebihan yang terdapat dalam jurnal tersebut yaitu pemaparannya sangat jelas.
2.      Kekurangan
Dalam jurnal tersebut hampir tidak ditemukan kekurangan, tetapi hanya terdapat sedikit kesalahan dalam penulisan kata-kata.

      Kesalahan Dalam Penulisan
Kesalahan-kesalahan penulisan yang terdapat dalam jurnal tersebut, antara lain yaitu dalam penulisan judul terdapat kata risiko, dan yang seharusnya huruf ( i ) sesudah huruf (r) adalah huruf ( e ), sehingga menjadi resiko. Kemudian pada ketidakpastian penulisan kata resiko dan risiko di abstak.



Kamis, 15 November 2012

Peran dan Dampak Robot Curiosity Terhadap Manusia

Ada banyak kegunaan robot dalam berbagai segi kehidupan mulai dari rumah tangga sampai industri. Namun secara umum kegunaan robot yaitu untuk menggantikan kinerja manusia yang membutuhkan ketelitian yang tinggi dan mengurangi bahkan menghilangkan resiko kecelakaan yang cukup tinggi jika manusia melakukan pekerjaan tersebut karena manusia memiliki rasa lelah jika bekerja secara terus menerus dan pada saat lelah ketelitian pekerjaan yang dilakukan dapat berkurang, lain halnya jika pekerjaan tersebut dilakukan oleh robot. Salah satu peran dan dampak yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia yaitu sebagai alat bantu manusia dalam melakukan eksperimen ilmiah di luar angkasa.

Curiosity, merupakan robot penjelajah NASA yang akhir - akhir ini sering di bicarakan oleh seluruh penjuru dunia, robot pengelana bernama Curiosity ke Planet Merah tersebut untuk mempelajari apakah pernah ada kehidupan mikroba di sana. Robot itu dilengkapi dengan instrumen sains, termasuk laser yang dapat memindai batu untuk mengetahui elemen kandungannya. Tetapi mendaratkan proyek eksplorasi ini dengan aman akan menjadi tantangan kolosal. Dua pertiga dari seluruh misi yang pernah dikirim ke Planet Merah gagal, banyak yang hilang saat berusaha menembus atmosfer Mars. Dan, badan antariksa AS memiliki kepercayaan diri yang besar bahwa strategi mendarat risiko tinggi rancangan mereka dapat mengantarkan Curiosity ke permukaan dengan aman Strategi ini akan menggunakan serangkaian manuver otomatis untuk memperlambat jatuhnya si robot pada kecepatan 20.000 km/jam dari puncak atmosfer menjadi kurang dari 1m/detik saat mendarat. Pada tahap terakhir rangkaian ini, sebuah derek bertenaga roket akan menurunkan robot ke tanah dengan tali nilon.


Nasa akan memantau drama pendaratan ini dari Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California.
Di sinilah kendali misi ini akan menerima sinyal dari Curiosity yang kemudian dilontarkan ke Bumi dengan satelit Odyssey. Para insinyur di Nasa hanya dapat menyaksikan dan menunggu. Jarak 250 juta km antara Mars dan Bumi berarti akan terjadi jeda 13 menit dalam komunikasi.
Tim mengetahui bahwa ketika mereka mendapat sinyal yang mengatakan robot telah memasuki atmosfer planet itu, maka kenyataannya hanyalah bahwa robot itu sudah mendarat atau hancur tujuh menit sebelumnya.

Dan akhirnya Para ahli yang tergabung dalam tim Mars Science Laboratory (MSL) bersorak gembira merayakan keberhasilan mereka mendaratkan dengan sukses robot kendaraan penjelajah Curiosity di permukaan Planet Mars, usai menerima kiriman gambar pertama di Laboratorium Jet Propulsion milik NASA di Pasadena, California, Senin (6/8). Di Mars, robot seharga Rp23,6 triliun ini akan meneliti tanah dan bebatuan yang ada untuk memeriksa kemungkinan tanda-tanda kehidupan di planet merah tersebut.


SETELAH penerbangan selama 36 pekan, kendaraan robotik canggih milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Curiosity, mendarat di samping pegunungan di Planet Mars pada Senin (6/8). Robot tersebut akan melakukan penelitian selama dua tahun.
Pesawat antariksa The Mars Science Laboratory (MSL) yang membawa Curiosity berhasil melalui semua tahapan pendaratan paling kompleks di permukaan Mars. Termasuk tahapan akhir berupa memutuskan tali kekang dan bermanuver terbang dari ransel roket.


Menurut situs resmi NASA, kendaraan robotik itu mendarat di dekat kaki sebuah gunung dengan tinggi tiga mil (4,8 kilometer) dan diameter 96 mil (154,5 kilometer) di dalam kawah yang disebut Gale Crater.
"Hari ini roda-roda Curiosity sudah mengawali langkah manusia di Mars. Curiosity sekarang sudah ada di permukaan Planet Merah, dimana dia akan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang apakah pernah ada kehidupan di sana," kata Administrator NASA, Charles Bolden.


Curiosity sudah mengirimkan pandangan pertamanya di Mars, sebuah daratan luas berbatu di depan kendaraan.  Observasi dari orbit sudah mengidentifikasi tanah liat dan mineral sulfat pada lapisan bawah, menunjukkan bahwa sebelumnya daerah itu pernah basah. Dalam beberapa hari ke depan Curiosity akan mengirimkan lebih banyak gambar dari Mars.

Foto berwarna pertama yang berhasil diambil di Mars 
"Curiosity berbicara dengan kami dari permukaan Mars. Pendaratan itu membawa kami melewati momen paling berbahaya dalam proyek ini dan mengawali misi baru untuk mencapai tujuan-tujuan ilmiah," kata Manajer Proyek MSL dari Laboratorium Propulsi Jet NASA, Peter Theisinger.
California, - Badan Antariksa Amerika Serikat alias NASA mengklaim mesin robot luar angkasa buatannya, Curiosity, menjalani hari kedua di planet Mars dengan 'sempurna'. Dilaporkan bahwa jaringan komunikasi dan mesin pembangkit yang ada pada Curiosity mampu berfungsi dengan baik.
"Kami sangat percaya diri bahwa kami memiliki banyak kapasitas data sekarang, kita juga memiliki semua jaringan ini, dan itu merupakan salah satu tujuan utama dari misi ini," ujar manajer misi NASA ke Mars, Jennifer Trosper dalam konferensi pers di Jet Propulsion Laboratory, California, seperti dilansir oleh AFP, Kamis (9/8/2012).

Trosper menjelaskan, sepasang kamera yang tampak seperti mata Curiosity akan mulai difungsikan pada hari ini. Kamera ini nantinya akan mampu memberikan pemandangan 360 derajat panorama Mars di sekitar Curiosity.
Selain itu, Trosper menuturkan, mesin pembangkit listrik yang ada pada Curiosity dilaporkan mampu bekerja baik. Malah, lanjutnya, mampu memberikan daya yang lebih besar dari yang diharapkan. Hal ini diharapkan mampu menyokong operasional Curiosity dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Pada hari pertamanya di Mars, Curiosity telah mengirimkan foto-foto pemandangan planet Merah untuk pertama kalinya ke bumi. Salah satunya foto berwarna yang belum pernah ada sebelumnya. Hal ini cukup membanggakan mengingat bahwa kondisi suhu udara di sekitar Curiosity dilaporkan sedikit lebih panas dari yang diperkirakan. Sayangnya, NASA tidak memberikan angka detil soal suhu udara di Mars, kendati sebelumnya NASA memperkirakan suhu udara di planet tersebut berada di antara minus 90 hingga 0 derajat Celcius.

Dalam beberapa hari ke depan, Curiosity akan mulai menjalankan misinya di Mars. Mesin penjelajah yang bernilai US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 23,6 triliun ini akan mulai mengaktifkan Mars Science Laboratory yang terpasang di dalamnya, sembari terus menjelajah daratan Mars.
Secara perlahan, Curiosity kini bergerak naik dari Kawah Gale ke puncak Mount Sharp agar penelitian bisa berjalan lebih mudah. Perjalanan yang harus ditempuh Curiosity berjarak puluhan kilometer dan mungkin memakan waktu nyaris setahun untuk menyelesaikan seluruh misinya di Mars.
Diketahui bahwa Curiosity memiliki tugas untuk meneliti tanah dan bebatuan yang ada untuk memeriksa kemungkinan tanda-tanda kehidupan di planet tersebut. Curiosity juga akan meneliti lingkungan planet Mars dalam rangka mempersiapkan misi manusia ke Mars di masa depan. Curiosity yang dijuluki 'mesin impian' oleh para ilmuwan NASA ini, dilengkapi sejumlah peralatan mutakhir, seperti kamera super canggih, lengan robotik yang dilengkapi bor, laboratorium kimia kecil dan laser penembus batu.


Kendaraan robotik itu membawa sepuluh instrumen ilmiah, dengan total berat 15 kali lebih berat dari muatan kendaraan yang sebelumnya mendarat di Mars, Spirit dan Opportunity. Perangkat yang dibawa antara lain, instrumen penembak laser untuk memeriksa elemen penyusun batuan dari jauh.
Curiosity juga menggunakan bor dan sendok di ujung lengannya untuk mengumpulkan sampel tanah dan bubuk batuan, kemudian menyaring dan memasukannya ke dalam perangkat analitik laboratorium dalam kendaraan. Selanjutnya Curiosity akan memulai misi perdana untuk menyelidiki kemungkinan kondisi planet tersebut sesuai untuk kehidupan mikrobia. Bolden mengatakan, pendaratan Curiosity di Mars hari ini akan menandai langkah awal untuk mengirimkan manusia ke Mars pada pertengahan tahun 2030.

Ingin lebih banyak tau atau lebih mengenal robot ini liat video di bawah ini :


Semoga bukan hanya NASA yang dapat mengirimkan robotnya ke Mars, tetapi para generasi muda Indonesia dapat mengirimkan robot ke planet - planet lainnya yang belum di teliti sebelumnya. Semoga apa yang saya tulis dalam blog ini dapat menambah ilmu para pembaca kurang lebihnya mohon maaf, terima kasih.

Sabtu, 10 November 2012

Tugas Softskill

Manajemen Waktu dan Resiko



        Tabel di atas merupakan tabel jadwal kegiatan sehari-hari yang saya lakukan dalam sebulan ini, di mulai dari hari Senin dengan mata kuliah Matematika Informatika dari Jam ke-3 sampai Jam ke-4 ( keterangan jam lihat di Tabel Keterangan Waktu ). Lalu di lanjutkan mata kuliah Aljabar Linier dari Jam ke-5 sampai Jam ke-6. Setelah selesai menjalani aktivitas kuliah maka saya melanjutkan ke aktivitas berikutnya untuk segera berangkat ke tempat organisasi yang saya ikuti yaitu FJ48G dari Jam ke-7 sampai Jam ke-9. Selesai mengikuti organisasi tersebut maka saya segera pulang ke rumah dan Belajar atau Mengerjakan Tugas Kuliah untuk pelajaran hari esok dari Jam ke- 12 sampai Jam- 13 lalu setelah itu saya melanjutkan Online sosial network untuk menghilangi suntuk selama berutinitas tadi.

Selanjutnya untuk jadwal kegiatan saya di hari Selasa saya melakukan aktivitas di mulai dari Jam ke- 1 sampai Jam ke- 2 di awali dengan mata kuliah Manajemen Proyek dan Manajemen Resiko, kemudian dilanjutkan dengan mata kuliah Agama Islam dari Jam ke- 3 sampai Jam ke- 4, lalu di lanjutkan lagi dengan mata kuliah Rangkaian Listrik dan System Linier yang baru di mulai lagi dari Jam ke- 5 sampai Jam ke-6. Selesai menjalani aktivitas kuliah saya mendatangi organisasi yang saya ikuti yaitu HMTK dari Jam ke-7 sampai Jam ke- 9, kemudian selesai melakukan aktivitas tersebut maka saya kembali ke rumah untuk Belajar atau Mengerjakan Tugas Kuliah pelajaran atau praktikum besok dari Jam ke- 13 sampai Jam ke- 14.

Pada jadwal kegiatan di hari Rabu, saya memulai aktivitas kuliah  yang di mulai dari Jam ke- 1 sampai Jam ke- 2 langsung di teruskan Jam ke- 3 sampai Jam ke- 4 di karenakan di mata kuliah Peralatan Elektronik dan Elektronika 1 dosennya 1 dan sebenarnya mata kuliah ini merupakan mata kuliah di hari kamis di karenakan dosennya memiliki urusan yang penting di hari itu maka mata kuliah yang beliau pegang di majukan di hari rabu ini setelah itu saya harus berpindah dari kampus kalimalang atau J1 Gunadarma ke kampus J4 untuk memulai mata kuliah Rangkaian Digital yang di mulai dari Jam ke- 5 sampai Jam ke- 7. Lalu di lanjutkan dengan melakukan Praktikum Sistem Digital yang di mulai dari Jam ke- 12 sampai ke Jam ke- 13.

Jadwal kegiatan di hari Kamis dimulai dengan melakukan kegitan menonton televisi dari Jam ke- 1 sampai Jam ke- 4 karena tidak ada kegiatan kuliah di karenakan mata kuliahnya di majukan menjadi kemarin, dilanjutkan dengan Online Sosial Network dari Jam ke- 5 sampai Jam ke- 6. Lalu dilanjutkan lagi dengan Belajar Dance yang dimulai dari Jam ke- 8 sampai Jam ke- 9, dan di akhiri dengan kegiatan Belajar atau Mengerjakan Tugas Kuliah dan praktikum di hari esok dari Jam ke- 13 sampai Jam ke- 14.

Jadwal kegiatan hari Jum'at di awali dengan Online Sosial Network sambil belajar mengenai pelajaran praktikum nantinya dari Jam ke- 1 sampai Jam ke- 4. Kemudian di lanjutkan dengan menonton televisi dari Jam ke- 5 sampai Jam ke- 6, lalu melakukan Praktikum Sistem Informasi dari Jam ke-9 sampai Jam ke-10.

Jadwal kegiatan hari Sabtu hanya di isi dengan aktivitas Praktikum Elektronika 1 yang dimulai dari Jam ke- 4 sampai Jam ke- 6. Lalu di lanjutkan menjalani aktivitas Belajar Dance dari Jam ke- 8 sampai Jam ke- 9.

Terakhir jadwal kegiataan di hari Minggu, pada minggu pagi Jam ke- 1 sampai Jam ke- 4 yaitu menonton televisi, lalu saya Online Sosial Network yang di mulai dari Jam ke- 5 sampai Jam ke- 6. Kemudian malamnya saya Belajar atau Mengerjakan Tugas Kuliah untuk pelajaran di hari esoknya Jam ke- 13 sampai Jam ke- 14.

Begitu seterusnya aktivitas yang saya lakukan sampai Minggu ke - 3, hanya saja di hari Rabu Minggu ke - 1 ada aktivitas berbeda di karenakan perpindahan mata kuliah yang di majukan, dan mata kuliah softskill yang hanya sebulan sekali.

Keterangan Kuning : Tidak Terlaksana
        Merah : Terlaksana

Seperti pada tabel tersebut sebulan ini saya melakukan aktivitas yang hampir sama di setiap minggunya, tetapi terkadang ada beberapa kegiatan yang tidak dapat terlaksana, untuk Minggu  ke 1 saya tidak dapat melakukan kegiatan kuliah di mata kuliah Manajemen Proyek dan Resiko di karenakan mata kuliah softskill hanya melakukan kegiatan kuliah secara langsung setiap sebulan sekali, lalu mata kuliah Rangkaian Listrik dan System Linier juga tidak dapat terlaksana karena dosen tidak dapat hadir kuliah mengisi materi. Kemudian di Minggu ke 2 semua kegiatan terlaksana sempurna tetapi terjadi perubahan jadwal kuliah karena mata kuliah rangaian listrik dan system linier harus dipindahkan di jam ke-1 sampai jam ke-2 dan tidak terlaksananya pergi ke organisasi HMTK di karenakan ada acara Meet And Greet di FX Mall dengan organisasi FJ48G. Lalu di minggu ke 3 ada kegiatan yang tidak terlaksana di mulai dari hari Senin di mana mata kuliah Matematika Informatika dosennya tidak datang di karenakan ada urusan, lalu berkumpul dengan organisasi FJ48G tidak terlaksana di karenakan saya tidak bisa hadir atau sedang tidak enak badan.